š» Allah turunkan Al-Lahab untuk Rasulullah yang disakiti oleh pamannya sendiri. Untuk mengingatkanmu bahwa Allah melihat semua yang kamu alami.
Dalam QS. Al-Lahab ayat 1-5, Allah berfirman:
"Binasa kedua tangan Abu Lahab dan sesungguhnya dia akan binasa. Tidaklah berfaedah kepadanya harta bendanya dan apa yang ia usahakan. Kelak dia akan masuk ke dalam api yang bergejolak. Dan (begitu pula) istrinya, pembawa kayu bakar. Yang di lehernya ada tali dari sabut."
(QS. Al-Lahab: 1-5)
Lihat konteksnya.
Abu Lahab adalah paman Rasulullah ļ·ŗ.
Orang terdekat.
Keluarga sendiri.
Tapi dia adalah musuh paling keras.
Yang paling menyakiti.
Yang paling menghina.
Yang paling menghalangi.
Dan istrinya, Ummu Jamil...
Istri yang seharusnya mendukung suami...
Malah menyakiti keponakannya sendiri.
Dengan menaburkan duri di jalan Rasulullah.
Dengan menyebarkan fitnah.
Dengan menjadi musuh.
Lalu Allah turunkan surah ini.
Sebagai janji.
Bahwa mereka akan binasa.
Artinya?
Allah melihat semua yang kamu alami.
Allah tahu siapa yang menyakitimu.
Dan Allah akan berikan keadilan.
Di waktu yang tepat.
š» Kamu sakit hati karena orang terdekat menyakitimu. Padahal Allah sedang uji keimananmu.
Coba renungkan...
Berapa kali orang terdekat mengecewakan harapanmu?
Berapa kali keluarga meremehkan perjuanganmu?
Berapa kali pasangan menjatuhkan semangatmu?
Dan berapa lama lagi...
Kamu akan terus terluka?
Rasulullah ļ·ŗ bersabda:
"Tidaklah seorang Nabi disakiti sebagaimana aku disakiti."
(HR. Bukhari)
Artinya?
Kalau Rasulullah saja disakiti oleh orang terdekat...
Wajar kalau kamu juga mengalaminya.
Tapi yang penting adalah...
Bagaimana kamu merespons.
Apakah kamu tetap di jalan yang benar?
Apakah kamu tetap percaya pada Allah?
Apakah kamu tetap berbuat baik meski disakiti?
š» Jangan ukur nilai dirimu dari perlakuan orang terdekat. Karena bisa jadi mereka yang salah, bukan kamu.
Aku paham...
Kadang yang paling menyakitkan bukan sakitnya.
Tapi karena dari orang terdekat.
Kadang yang paling berat bukan luka fisik.
Tapi luka batin dari orang yang kamu cintai.
Tapi dengar baik-baik...
Perlakuan buruk mereka...
Bukan cerminan nilai dirimu.
Tapi cerminan hati mereka.
Abu Lahab dan istrinya menyakiti Rasulullah...
Bukan karena Rasulullah salah.
Tapi karena hati mereka yang keras.
Jadi jangan pernah merasa rendah...
Hanya karena orang terdekat meremehkanmu.
š» Kembalilah pada Allah. Karena Dia adalah pelindung terbaik saat orang terdekatmu menyakitimu.
Pernahkah kamu berpikir...
Kenapa Allah turunkan surah khusus untuk Abu Lahab?
Karena Allah ingin tunjukkan pada Rasulullah...
Bahwa Dia melihat.
Bahwa Dia tahu.
Bahwa Dia akan berikan keadilan.
Dan itu adalah pesan untukmu juga.
Allah melihat semua yang kamu alami.
Allah tahu siapa yang menyakitimu.
Allah akan berikan keadilan.
Di waktu yang tepat.
Jadi jangan balas dengan kejahatan.
Serahkan pada Allah.
Dalam QS. Al-Baqarah ayat 286, Allah janjikan:
"Allah tidak membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya."
(QS. Al-Baqarah: 286)
Artinya?
Ujian dari orang terdekat ini...
Sesuai dengan kesanggupanmu.
Allah tahu kamu kuat.
Jadi bertahanlah.
š» Jangan sia-siakan energimu untuk membalas. Serahkan pada Allah, Dia akan berikan keadilan.
Hari ini...
Aku ingin kamu tahu satu hal penting:
Keadilan Allah...
Mungkin tidak datang hari ini.
Mungkin tidak besok.
Tapi pasti datang.
Di waktu yang paling tepat.
Dengan cara yang paling adil.
Jadi jangan lelah menunggu.
Jangan putus asa.
Teruslah berbuat baik.
Meski disakiti.
š» Kembalilah pada kesabaran. Di sanalah kekuatanmu berada.
Mungkin hari ini kamu masih sakit hati.
Masih terluka karena orang terdekat.
Masih tidak percaya mereka menyakitimu.
Tapi dengar...
Sabar lah.
Jangan balas dengan kejahatan.
Jangan turunkan levelmu.
Tetaplah berbuat baik.
Karena Allah melihat.
Dan Allah akan berikan keadilan.
Abu Lahab dan istrinya...
Mati dalam kehinaan.
Seperti yang Allah janjikan.
Meski mereka punya harta.
Meski mereka punya kedudukan.
Tapi mereka binasa.
Karena menyakiti Rasulullah.
š» Jangan lelah untuk tetap berbuat baik. Karena kebaikanmu akan jadi saksi untukmu.
Hari ini, Allah tidak memintamu sempurna.
Dia tidak memintamu tidak sakit hati.
Dia hanya memintamu... sabar.
Sabar menghadapi orang terdekat yang menyakiti.
Sabar menunggu keadilan-Nya.
Sabar tetap berbuat baik meski disakiti.
Karena di sanalah...
Kekuatanmu.
Kemuliaan dirimu.
Dan ridha Allah.
š» Jangan sia-siakan ujian ini. Jadikan sebagai jalan untuk lebih dekat pada Allah.
Hari ini...
Ambil napas dalam-dalam.
Peluk dirimu yang terluka.
Bisikkan pelan:
"Ya Allah, Engkau tahu siapa yang menyakitiku. Engkau lihat semua yang mereka lakukan. Aku serahkan semuanya pada-Mu. Berikan keadilan di waktu yang tepat. Dan kuatkan aku untuk tetap berbuat baik. Meski disakiti."
Lalu bangkit.
Mulai dari sekarang.
Berhenti memikirkan bagaimana cara membalas.
Mulai serahkan pada Allah.
Berhenti terluka terus-menerus.
Mulai fokus pada penyembuhan.
Berhenti berharap mereka berubah.
Mulai ubah dirimu menjadi lebih baik.
Karena Allah janjikan...
Bahwa orang yang menyakiti hamba-Nya...
Tidak akan lolos dari keadilan-Nya.
Seperti Abu Lahab dan istrinya.
Yang menyakiti Rasulullah...
Mereka binasa.
Di dunia dan akhirat.
Jadi percayalah...
Bahwa Allah akan berikan keadilan untukmu.
Di waktu yang tepat.
Dengan cara yang paling adil.
Yang penting adalah...
Kamu tetap sabar.
Tetap berbuat baik.
Tetap percaya pada Allah.
Dan jangan pernah...
Turunkan levelmu dengan membalas kejahatan.
Karena Allah...
Sudah siapkan balasan untuk mereka.
Dan pahala untukmu.
Jadi sabarlah.
Serahkan pada Allah.
Dan teruslah berbuat baik.
"Binasa kedua tangan Abu Lahab dan sesungguhnya dia akan binasa. Tidaklah berfaedah kepadanya harta bendanya dan apa yang ia usahakan."
(QS. Al-Lahab: 1-2)
š "Orang yang menyakitimu tidak akan lolos dari keadilan Allah. Jadi jangan lelah untuk sabar. Jangan balas dengan kejahatan. Serahkan pada Allah. Karena Dia... akan berikan keadilan di waktu yang paling tepat."
Komentar
Posting Komentar