š» Allah ajarkan keikhlasan dalam QS. Al-Ikhlas. Karena hati yang utuh hanya bisa untuk satu Tuhan, bukan terpecah untuk banyak hal.
Dalam QS. Al-Ikhlas ayat 1-4, Allah berfirman:
"Katakanlah: 'Dialah Allah, Yang Maha Esa. Allah adalah Tuhan yang bergantung kepada-Nya segala sesuatu. Dia tiada beranak dan tiada pula diperanakkan, dan tidak ada seorang pun yang setara dengan Dia.'"
(QS. Al-Ikhlas: 1-4)
Lihat.
"Dialah Allah, Yang Maha Esa."
Satu.
Tidak terpecah.
Tidak terbagi.
Dan itulah yang Allah ajarkan padamu.
Bahwa ikhlas adalah...
Menyatukan hatimu untuk satu tujuan.
Satu Tuhan.
Bukan terpecah untuk banyak hal.
"Allah adalah Tuhan yang bergantung kepada-Nya segala sesuatu."
Artinya?
Segala sesuatu bergantung pada Allah.
Bukan pada manusia.
Bukan pada harta.
Bukan pada jabatan.
Jadi kembalikan fokusmu.
Pada Yang Satu.
š» Kamu lelah karena hatimu terpecah melayani terlalu banyak "tuhan". Padahal Allah ingin kamu fokus pada-Nya saja.
Coba renungkan...
Berapa banyak "tuhan" yang kamu layani hari ini?
Tuhan bernama "penerimaan orang lain"?
Tuhan bernama "harta dan jabatan"?
Tuhan bernama "validasi sosial media"?
Dan berapa banyak...
Waktu untuk Allah yang sebenarnya?
Fokus untuk ibadah yang tulus?
Hati yang ikhlas tanpa pamrih?
Rasulullah ļ·ŗ bersabda:
"Sesungguhnya Allah tidak melihat pada bentuk rupa dan harta kalian, tetapi Dia melihat pada hati dan amal kalian."
(HR. Muslim)
Artinya?
Yang penting bukan seberapa banyak yang kamu lakukan.
Tapi seberapa ikhlas hatimu.
Seberapa fokus kamu pada Allah.
Bukan terpecah pada banyak hal.
š» Jangan ukur kesuksesanmu dari seberapa banyak yang kamu raih. Tapi dari seberapa ikhlas hatimu.
Aku paham...
Kadang yang paling sulit bukan bekerja keras.
Tapi bekerja dengan ikhlas.
Kadang yang paling berat bukan mencapai target.
Tapi mencapainya dengan hati yang utuh untuk Allah.
Tapi dengar baik-baik...
Keikhlasan adalah...
Melakukan sesuatu karena Allah.
Bukan karena dipuji.
Bukan karena dilihat.
Bukan karena ingin validasi.
Tapi murni karena Allah.
Dalam QS. Al-Bayyinah ayat 5, Allah berfirman:
"Padahal mereka tidak diperintahkan melainkan supaya menyembah Allah dengan memurnikan ketaatan kepada-Nya dalam (menjalankan) agama yang lurus."
(QS. Al-Bayyinah: 5)
"Memurnikan ketaatan..."
Artinya?
Tidak dicampur dengan tujuan lain.
Tidak terpecah dengan pamrih dunia.
Murni untuk Allah.
š» Kembalilah pada keikhlasan. Di sanalah hatimu akan utuh kembali.
Pernahkah kamu berpikir...
Kenapa surah ini disebut Al-Ikhlas?
Karena surah ini mengajarkan keikhlasan dalam tauhid.
Bahwa Allah itu Satu.
Tidak ada yang setara.
Tidak ada yang bisa menggantikan.
Dan itulah yang seharusnya jadi fondasi hidupmu.
Bahwa semua yang kamu lakukan...
Hanya untuk Allah.
Satu tujuan.
Satu arah.
Satu Tuhan.
Bukan terpecah untuk banyak hal.
š» Jangan sia-siakan hidupmu dengan hati yang terpecah. Satukan untuk Allah.
Hari ini...
Aku ingin kamu tahu satu hal penting:
Hati yang ikhlas...
Adalah hati yang tenang.
Hati yang fokus pada satu tujuan.
Hati yang tidak terpecah.
Jadi mulai dari sekarang...
Evaluasi hidupmu.
Apa yang membuatmu terpecah?
Penerimaan orang lain?
Validasi sosial media?
Harta dan jabatan?
Lepaskan.
Satukan hatimu untuk Allah.
š» Kembalilah pada yang Satu. Karena hanya Dia yang tidak akan mengkhianatimu.
Mungkin hari ini kamu masih merasa terpecah.
Masih sibuk melayani banyak hal.
Masih lelah dengan semua prioritas.
Tapi dengar...
Mulai sederhanakan.
Kembalikan fokus pada Allah.
Tanyakan pada dirimu:
"Apakah ini untuk Allah atau untuk selain-Nya?"
"Apakah aku ikhlas atau hanya ingin dilihat?"
"Apakah ini akan membawaku lebih dekat pada Allah?"
Dan kalau jawabannya tidak...
Lepaskan.
Fokus pada yang benar-benar penting.
š» Jangan lelah untuk terus memperbaiki niat. Karena ikhlas adalah perjalanan, bukan tujuan.
Hari ini, Allah tidak memintamu sempurna.
Dia tidak memintamu langsung ikhlas 100%.
Dia hanya memintamu... terus perbaiki niat.
Terus kembalikan fokus pada-Nya.
Terus satukan hatimu untuk-Nya.
Karena keikhlasan adalah...
Perjuangan seumur hidup.
Yang harus terus diperbaiki.
Setiap hari.
Setiap saat.
š» Jangan sia-siakan amalmu dengan niat yang tidak ikhlas. Karena Allah hanya terima yang murni untuk-Nya.
Hari ini...
Ambil napas dalam-dalam.
Peluk dirimu yang lelah terpecah.
Bisikkan pelan:
"Ya Allah, satukan hatiku untuk-Mu. Jangan biarkan aku terpecah melayani selain-Mu. Ikhlas kan niatku. Murni kan amalku. Dan terimalah semua yang aku lakukan. Karena Engkau... Yang Maha Esa."
Lalu bangkit.
Mulai dari sekarang.
Berhenti melayani terlalu banyak "tuhan".
Mulai fokus pada Allah Yang Satu.
Berhenti mencari validasi dari manusia.
Mulai cari ridha Allah.
Berhenti terpecah ke banyak arah.
Mulai satukan hatimu untuk satu tujuan.
Karena Allah ajarkan...
"Dialah Allah, Yang Maha Esa."
Satu.
Tidak terpecah.
Dan itulah yang seharusnya jadi cerminan hatimu.
Satu.
Utuh.
Fokus pada Allah.
Tidak terpecah untuk penerimaan orang lain.
Tidak terpecah untuk harta.
Tidak terpecah untuk jabatan.
Tapi utuh...
Untuk Allah.
Dan percayalah...
Hati yang ikhlas...
Adalah hati yang tenang.
Hati yang fokus...
Adalah hati yang kuat.
Hati yang utuh untuk Allah...
Adalah hati yang bahagia.
Meski tidak punya banyak.
Meski tidak dipuji.
Meski tidak dilihat.
Karena ridha Allah...
Sudah cukup.
"Katakanlah: 'Dialah Allah, Yang Maha Esa. Allah adalah Tuhan yang bergantung kepada-Nya segala sesuatu.'"
(QS. Al-Ikhlas: 1-2)
š "Satukan hatimu untuk Yang Satu. Jangan terpecah melayani terlalu banyak 'tuhan'. Karena hati yang ikhlas... adalah hati yang tenang. Dan hati yang fokus pada Allah... adalah hati yang bahagia."
Komentar
Posting Komentar