š» Allah ingatkan Quraisy untuk bersyukur atas rasa aman dan kenyang. Karena banyak yang punya semua tapi lupa dari mana datangnya.
Dalam QS. Quraisy ayat 1-4, Allah berfirman:
"Karena kebiasaan orang-orang Quraisy, (yaitu) kebiasaan mereka bepergian pada musim dingin dan musim panas. Maka hendaklah mereka menyembah Tuhan (pemilik) rumah ini (Ka'bah). Yang telah memberi makanan kepada mereka untuk menghilangkan lapar dan mengamankan mereka dari ketakutan."
(QS. Quraisy: 1-4)
Lihat.
Allah ingatkan Quraisy tentang dua nikmat besar:
- Diberi makan untuk menghilangkan lapar
- Diberi rasa aman dari ketakutan
Dua hal yang sangat mendasar.
Yang banyak orang punya...
Tapi lupa untuk bersyukur.
"Maka hendaklah mereka menyembah Tuhan (pemilik) rumah ini..."
Artinya?
Kalau kamu sudah diberi rasa aman dan kenyang...
Jangan lupa untuk bersyukur.
Dengan cara menyembah Allah.
Dengan cara mengingat-Nya.
Bukan dengan cara lupa dan lalai.
š» Kamu merasa hampa bukan karena kurang nikmat. Tapi karena lupa bersyukur.
Coba renungkan...
Berapa kali kamu mengeluh hari ini?
Berapa kali kamu merasa kurang?
Berapa kali kamu membandingkan dirimu dengan yang lebih?
Dan berapa kali...
Kamu bersyukur atas rasa aman yang kamu punya?
Kamu bersyukur atas makanan yang selalu tersedia?
Kamu bersyukur atas atap yang melindungimu?
Rasulullah ļ·ŗ bersabda:
"Barangsiapa di antara kalian yang bangun pagi dalam keadaan aman di tempat tinggalnya, sehat badannya, dan memiliki makanan untuk hari itu, maka seolah-olah dunia telah dikumpulkan untuknya."
(HR. Tirmidzi)
Artinya?
Kalau kamu punya tiga hal:
- Rasa aman
- Kesehatan
- Makanan hari ini
Kamu sudah punya dunia.
Jadi berhenti merasa kurang.
Mulai bersyukur.
š» Jangan ukur kebahagiaanmu dari seberapa banyak yang kamu punya. Tapi dari seberapa syukur kamu atas apa yang sudah ada.
Aku paham...
Kadang yang paling sulit bukan tidak punya.
Tapi merasa cukup dengan apa yang sudah ada.
Kadang yang paling berat bukan kemiskinan.
Tapi hati yang tidak pernah puas.
Tapi dengar baik-baik...
Kebahagiaan bukan dari seberapa banyak yang kamu punya.
Tapi dari seberapa syukur kamu.
Dalam QS. Ibrahim ayat 7, Allah janjikan:
"Dan (ingatlah) ketika Tuhanmu memaklumkan: 'Sesungguhnya jika kamu bersyukur, niscaya Aku akan menambah (nikmat) kepadamu, tetapi jika kamu mengingkari (nikmat-Ku), maka pasti azab-Ku sangat pedih.'"
(QS. Ibrahim: 7)
Artinya?
Syukur adalah kunci penambahan nikmat.
Kalau kamu bersyukur...
Allah akan tambah.
Kalau kamu kufur nikmat...
Allah bisa cabut.
Jadi pilih: syukur atau kufur?
š» Kembalilah pada kesadaran. Siapa yang beri kamu rasa aman dan kenyang?
Pernahkah kamu berpikir...
Kenapa Allah sebutkan Quraisy secara khusus dalam surah ini?
Karena mereka diberi dua nikmat besar:
- Keamanan - mereka bisa berdagang dengan aman karena Ka'bah ada di tengah mereka
- Rezeki - mereka diberi makanan karena banyak jamaah haji datang
Tapi...
Mereka lupa untuk bersyukur.
Mereka lupa untuk menyembah Allah.
Dan itu adalah peringatan untukmu juga.
Jangan sampai kamu seperti mereka.
Punya nikmat tapi lupa pemberinya.
Aman dan kenyang tapi lupa bersyukur.
š» Jangan sia-siakan rasa aman dan kenyangmu dengan kufur nikmat. Syukuri dengan ibadah.
Hari ini...
Aku ingin kamu tahu satu hal penting:
Rasa aman yang kamu punya...
Bukan karena usahamu semata.
Kenyang yang kamu rasakan...
Bukan karena pintar kamu semata.
Tapi karena Allah yang memberi.
Jadi bersyukurlah.
Dengan cara menyembah-Nya.
Dengan cara mengingat-Nya.
Dengan cara menjadi lebih baik.
š» Kembalilah pada ibadah. Di sanalah syukur yang sesungguhnya.
Mungkin hari ini kamu masih merasa hampa.
Masih merasa kurang.
Masih merasa tidak cukup.
Tapi dengar...
Coba lihat sekeliling.
Berapa banyak orang yang tidak punya rasa aman sepertimu?
Berapa banyak yang tidak punya makanan sepertimu?
Berapa banyak yang tidak punya atap sepertimu?
Dan kamu...
Masih merasa kurang?
Mulai dari sekarang...
Bersyukurlah.
š» Jangan lelah untuk terus bersyukur. Karena syukur adalah jalan menuju kebahagiaan.
Hari ini, Allah tidak memintamu kaya raya.
Dia tidak memintamu punya segalanya.
Dia hanya memintamu... bersyukur.
Bersyukur atas rasa aman.
Bersyukur atas makanan hari ini.
Bersyukur atas kesehatan.
Dan syukur yang paling baik adalah...
Dengan beribadah pada-Nya.
š» Jangan sia-siakan nikmatmu dengan lalai. Syukuri dengan konsisten beribadah.
Hari ini...
Ambil napas dalam-dalam.
Peluk dirimu yang sering lupa bersyukur.
Bisikkan pelan:
"Ya Allah, ampuni aku yang sering lupa bersyukur. Padahal Engkau sudah beri aku rasa aman dan kenyang. Bantu aku untuk lebih bersyukur. Dengan cara menyembah-Mu lebih baik."
Lalu bangkit.
Mulai dari sekarang.
Berhenti mengeluh tentang apa yang tidak kamu punya.
Mulai bersyukur atas apa yang sudah ada.
Berhenti membandingkan dirimu dengan yang lebih.
Mulai lihat mereka yang kurang dari kamu.
Berhenti merasa hampa meski punya banyak.
Mulai isi kehampaan itu dengan ibadah.
Karena Allah ingatkan Quraisy...
Untuk bersyukur atas dua nikmat:
Rasa aman dan kenyang.
Dan itu adalah pesan untukmu juga.
Bahwa kalau kamu punya keduanya...
Kamu sudah sangat diberkahi.
Jadi jangan lupa...
Untuk menyembah Tuhan yang memberimu.
Untuk mengingat Allah yang melindungimu.
Untuk bersyukur atas semua nikmat-Nya.
Dengan cara...
Shalat yang lebih khusyuk.
Dzikir yang lebih konsisten.
Akhlak yang lebih baik.
Karena itulah...
Syukur yang sesungguhnya.
Bukan hanya ucapan.
Tapi tindakan.
Bukan hanya di lisan.
Tapi di hati dan perbuatan.
Jadi mulai dari sekarang...
Syukuri nikmatmu.
Dengan cara yang Allah ridhai.
"Yang telah memberi makanan kepada mereka untuk menghilangkan lapar dan mengamankan mereka dari ketakutan. Maka hendaklah mereka menyembah Tuhan (pemilik) rumah ini (Ka'bah)."
(QS. Quraisy: 3-4)
š "Kalau kamu aman dan kenyang hari ini, kamu sudah sangat diberkahi. Jangan lupa bersyukur. Dengan cara menyembah Allah lebih baik. Karena syukur yang sesungguhnya... bukan hanya di lisan, tapi di perbuatan."
Komentar
Posting Komentar