š» Allah tegur keras orang yang shalat tapi tidak peduli pada orang lemah. Karena agama sejati adalah keseimbangan antara ritual dan kepedulian.
Dalam QS. Al-Ma'un ayat 1-7, Allah berfirman:
"Tahukah kamu (orang) yang mendustakan agama? Itulah orang yang menghardik anak yatim, dan tidak menganjurkan memberi makan orang miskin. Maka kecelakaanlah bagi orang-orang yang shalat, (yaitu) orang-orang yang lalai dari shalatnya, orang-orang yang berbuat riya, dan enggan (menolong dengan) barang berguna."
(QS. Al-Ma'un: 1-7)
Lihat.
"Tahukah kamu (orang) yang mendustakan agama?"
Bukan orang yang tidak beragama.
Tapi orang yang mengaku beragama tapi...
Menghardik anak yatim.
Tidak peduli pada orang miskin.
Shalat tapi lalai (tidak khusyuk, hanya rutinitas).
Berbuat riya (pamer ibadah).
Enggan menolong dengan barang berguna (pelit).
Artinya?
Agama sejati bukan hanya tentang shalat, puasa, dan ritual.
Tapi juga tentang kepedulian.
Tentang empati.
Tentang membantu sesama.
š» Kamu rajin shalat tapi hatimu masih keras. Karena shalatmu belum mengubahmu.
Coba renungkan...
Berapa kali kamu shalat hari ini?
Lima kali?
Alhamdulillah.
Tapi...
Apakah shalatmu mengubahmu?
Apakah shalatmu membuatmu lebih sabar?
Apakah shalatmu membuatmu lebih peduli?
Apakah shalatmu membuatmu lebih rendah hati?
Dalam QS. Al-Ankabut ayat 45, Allah berfirman:
"Sesungguhnya shalat itu mencegah dari (perbuatan-perbuatan) keji dan mungkar."
(QS. Al-Ankabut: 45)
Artinya?
Kalau shalatmu belum mencegahmu dari perbuatan keji...
Kalau shalatmu belum membuatmu lebih baik...
Berarti ada yang salah dengan shalatmu.
Mungkin kamu shalat...
Tapi hatimu tidak ikut shalat.
š» Jangan ukur kesalehanmu dari seberapa banyak ritualmu. Tapi dari seberapa baik akhlakmu.
Aku paham...
Kadang yang paling sulit bukan menambah ibadah.
Tapi mengubah sikap.
Kadang yang paling berat bukan shalat malam.
Tapi peduli pada tetangga yang kesusahan.
Tapi dengar baik-baik...
Kesalehan sejati bukan dari seberapa banyak kamu shalat.
Tapi dari seberapa baik kamu memperlakukan orang lain.
Rasulullah ļ·ŗ bersabda:
"Sesungguhnya yang paling aku cintai di antara kalian dan yang paling dekat tempat duduknya denganku pada hari kiamat adalah yang paling baik akhlaknya."
(HR. Tirmidzi)
Artinya?
Yang paling dicintai Allah dan Rasul-Nya...
Bukan yang paling banyak shalatnya.
Tapi yang paling baik akhlaknya.
š» Kembalilah pada esensi. Agama adalah tentang mengubah diri menjadi lebih baik.
Pernahkah kamu berpikir...
Kenapa Allah sebutkan anak yatim dan orang miskin di awal surah ini?
Karena mereka adalah yang paling lemah.
Yang paling butuh bantuan.
Yang paling memerlukan kepedulian.
Dan kalau kamu mengaku beragama...
Tapi tidak peduli pada mereka...
Berarti agamamu hanya di luar.
Belum masuk ke hati.
Dalam QS. Al-Ma'un ayat 4-5, Allah sebutkan:
"Maka kecelakaanlah bagi orang-orang yang shalat, (yaitu) orang-orang yang lalai dari shalatnya."
Bukan yang tidak shalat.
Tapi yang shalat dengan lalai.
Yang shalat tapi tidak khusyuk.
Yang shalat tapi hatinya tidak ikut.
Yang shalat tapi tidak ada perubahan.
š» Jangan sia-siakan ibadahmu dengan sikap yang buruk. Karena agama sejati adalah keseimbangan.
Hari ini...
Aku ingin kamu tahu satu hal penting:
Agama bukan hanya tentang hubunganmu dengan Allah (habluminallah).
Tapi juga tentang hubunganmu dengan manusia (habluminannas).
Jadi jangan hanya fokus pada ritual.
Tapi juga pada kepedulian.
Jangan hanya rajin shalat.
Tapi juga baik pada orang lain.
Jangan hanya banyak dzikir.
Tapi juga peduli pada yang membutuhkan.
Karena agama sejati...
Adalah keseimbangan antara keduanya.
š» Kembalilah pada kepedulian. Di sanalah esensi agama yang sesungguhnya.
Mungkin hari ini kamu masih merasa hampa.
Masih merasa ibadahmu tidak mengubahmu.
Masih merasa ada yang kurang.
Tapi dengar...
Mulai dari sekarang.
Tambahkan kepedulian dalam agamamu.
Bantu anak yatim.
Beri makan orang miskin.
Tolong tetangga yang kesusahan.
Peduli pada yang lemah.
Dan lihat lah...
Bagaimana hatimu akan berubah.
Bagaimana ibadahmu akan lebih bermakna.
Bagaimana agamamu akan lebih utuh.
š» Jangan lelah untuk terus memperbaiki. Karena agama adalah proses menjadi lebih baik.
Hari ini, Allah tidak memintamu sempurna.
Dia tidak memintamu langsung jadi orang paling shaleh.
Dia hanya memintamu... mulai peduli.
Mulai dari yang kecil.
Senyum pada anak yatim.
Beri makan pada yang lapar.
Tolong pada yang lemah.
Dan perbaiki shalatmu.
Agar lebih khusyuk.
Agar lebih bermakna.
Agar benar-benar mengubahmu.
š» Jangan sia-siakan agamamu dengan hanya ritual tanpa kepedulian.
Hari ini...
Ambil napas dalam-dalam.
Peluk dirimu yang sering lupa peduli.
Bisikkan pelan:
"Ya Allah, ampuni aku yang sering fokus pada ritual tapi lupa pada kepedulian. Bantu aku untuk lebih peduli pada sesama. Lembutkanlah hatiku. Dan jadikan ibadahku benar-benar mengubahku."
Lalu bangkit.
Mulai dari sekarang.
Berhenti hanya fokus pada ritual.
Mulai peduli pada sesama.
Berhenti shalat dengan lalai.
Mulai shalat dengan khusyuk.
Berhenti pelit dengan bantuan.
Mulai berbagi dengan ikhlas.
Karena Allah tegaskan...
Bahwa mendustakan agama itu bukan berarti tidak beragama.
Tapi beragama dengan hanya ritual tanpa kepedulian.
Shalat tapi lalai.
Beribadah tapi riya.
Mengaku beriman tapi enggan menolong.
Jadi jangan jadi seperti itu.
Jadilah orang yang beragama dengan utuh.
Yang seimbang antara ritual dan kepedulian.
Yang shalat dengan khusyuk.
Yang peduli pada yang lemah.
Yang ikhlas dalam menolong.
Karena itulah...
Agama yang sesungguhnya.
Yang Allah ridhai.
Yang Rasul contohkan.
Jadi mulai dari sekarang...
Sempurnakan agamamu.
Dengan kepedulian.
"Tahukah kamu (orang) yang mendustakan agama? Itulah orang yang menghardik anak yatim, dan tidak menganjurkan memberi makan orang miskin. Maka kecelakaanlah bagi orang-orang yang shalat, (yaitu) orang-orang yang lalai dari shalatnya."
(QS. Al-Ma'un: 1-5)
š "Agama sejati bukan hanya tentang shalat dan ritual. Tapi juga tentang kepedulian pada sesama. Jadi jangan hanya rajin beribadah, tapi juga baik pada orang lain. Karena di sanalah... esensi agama yang sesungguhnya."
Komentar
Posting Komentar