š» Allah beri Rasulullah Al-Kausar (yang berlimpah) di saat semua orang menganggapnya "Al-Abtar" (yang terputus). Untuk mengingatkanmu bahwa Allah beri lebih dari yang kamu kehilangan.
Dalam QS. Al-Kausar ayat 1-3, Allah berfirman:
"Sesungguhnya Kami telah memberikan kepadamu nikmat yang banyak. Maka dirikanlah shalat karena Tuhanmu; dan berkorbanlah. Sesungguhnya orang-orang yang membenci kamu dialah yang terputus."
(QS. Al-Kausar: 1-3)
Lihat konteksnya.
Rasulullah ļ·ŗ kehilangan semua anak laki-lakinya.
Di masa itu, tidak punya anak laki-laki adalah aib besar.
Orang-orang kafir mengejek beliau dengan sebutan "Al-Abtar" = yang terputus, tidak punya keturunan laki-laki.
Rasulullah sedih.
Lalu Allah turunkan surah ini.
"Sesungguhnya Kami telah memberikan kepadamu nikmat yang banyak."
Al-Kausar = yang berlimpah.
Artinya?
Meski kamu kehilangan sesuatu...
Allah sudah beri kamu yang lebih banyak.
Yang lebih berharga.
Yang kekal.
Jadi jangan fokus pada yang hilang.
Lihat lah yang tersisa.
Yang Allah beri.
š» Kamu fokus pada yang hilang sampai buta pada yang berlimpah. Padahal Allah sudah beri lebih dari yang kamu butuhkan.
Coba renungkan...
Berapa banyak yang sudah kamu kehilangan?
Satu orang?
Satu kesempatan?
Satu impian?
Tapi berapa banyak yang masih kamu punya?
Berapa banyak nikmat yang masih tersisa?
Berapa banyak kesempatan yang masih terbuka?
Rasulullah ļ·ŗ kehilangan semua anak laki-lakinya.
Tapi Allah beri:
- Kenabian
- Al-Qur'an
- Umat yang tak terhitung
- Telaga Al-Kausar di surga
- Nama yang terus disebut sampai hari kiamat
Artinya?
Yang Allah beri...
Jauh lebih banyak dari yang hilang.
Kalau Rasulullah saja diberi Al-Kausar meski kehilangan...
Kamu juga pasti diberi.
Meski sekarang belum terlihat.
š» Jangan ukur keberkahan hidupmu dari apa yang hilang. Tapi dari apa yang tersisa.
Aku paham...
Kadang yang paling sulit bukan kehilangan.
Tapi menerima bahwa yang hilang tidak akan kembali.
Kadang yang paling berat bukan sakit hati.
Tapi melepaskan yang sudah pergi.
Tapi dengar baik-baik...
Kehilangan bukan akhir.
Kehilangan adalah jalan untuk mendapat yang lebih baik.
Rasulullah ļ·ŗ bersabda:
"Sungguh menakjubkan urusan orang mukmin. Semua urusannya adalah kebaikan baginya. Jika mendapat kesenangan, dia bersyukur, maka itu baik baginya. Dan jika ditimpa kesulitan, dia bersabar, maka itu baik baginya."
(HR. Muslim)
Artinya?
Kehilangan yang kamu alami...
Bisa jadi kebaikan.
Kalau kamu sabar.
Kalau kamu tetap bersyukur.
Kalau kamu percaya pada rencana Allah.
š» Kembalilah pada syukur. Di sanalah kamu akan melihat Al-Kausar yang Allah beri.
Pernahkah kamu berpikir...
Kenapa Allah perintahkan Rasulullah shalat dan berkorban setelah diberi Al-Kausar?
"Maka dirikanlah shalat karena Tuhanmu; dan berkorbanlah."
Karena syukur yang paling baik adalah...
Dengan beribadah.
Dengan berbagi.
Dengan memberi manfaat.
Bukan hanya ucapan.
Tapi tindakan.
Jadi kalau kamu merasa punya banyak...
Syukuri dengan shalat yang lebih khusyuk.
Syukuri dengan berbagi pada yang membutuhkan.
Syukuri dengan menjadi lebih baik.
š» Jangan sia-siakan Al-Kausar yang Allah beri. Karena suatu hari kamu akan ditanya tentang itu.
Hari ini...
Aku ingin kamu tahu satu hal penting:
Al-Kausar yang Allah beri padamu...
Bukan hanya tentang harta.
Tapi tentang:
- Kesehatan yang masih kamu punya
- Keluarga yang masih ada
- Kesempatan yang masih terbuka
- Iman yang masih tertanam
- Napas yang masih berhembus
Semuanya adalah Al-Kausar.
Yang berlimpah.
Yang tidak terhitung.
Jadi jangan fokus pada yang hilang.
Lihat lah yang tersisa.
Dan bersyukurlah.
š» Kembalilah pada kepercayaan. Allah tidak akan ambil sesuatu kecuali Dia akan beri yang lebih baik.
Mungkin hari ini kamu masih fokus pada yang hilang.
Masih sakit dengan kehilangan.
Masih tidak bisa move on.
Tapi dengar...
Allah tidak akan ambil sesuatu dari kamu...
Kecuali Dia akan beri yang lebih baik.
Mungkin bukan sekarang.
Mungkin bukan di dunia.
Tapi pasti.
Di waktu yang paling tepat.
Dengan cara yang paling indah.
Jadi bersabarlah.
Dan percayalah.
š» Jangan lelah untuk terus bersyukur. Karena syukur adalah kunci penambahan nikmat.
Hari ini, Allah tidak memintamu melupakan yang hilang.
Dia tidak memintamu tidak bersedih.
Dia hanya memintamu... tetap bersyukur.
Bersyukur atas yang tersisa.
Bersyukur atas Al-Kausar yang Dia beri.
Dan percaya bahwa...
Dia sedang siapkan yang lebih baik.
š» Jangan sia-siakan hidupmu dengan terus berfokus pada yang hilang. Lihat lah yang berlimpah.
Hari ini...
Ambil napas dalam-dalam.
Peluk dirimu yang masih sakit karena kehilangan.
Bisikkan pelan:
"Ya Allah, aku tahu Engkau sudah beri aku Al-Kausar. Ampuni aku yang terlalu fokus pada yang hilang. Bantu aku untuk melihat yang tersisa. Dan kuatkan aku untuk terus bersyukur."
Lalu bangkit.
Mulai dari sekarang.
Berhenti fokus pada yang hilang.
Mulai lihat yang tersisa.
Berhenti mengeluh tentang yang tidak ada.
Mulai bersyukur atas yang ada.
Karena Allah sudah beri kamu Al-Kausar.
Yang berlimpah.
Mungkin kamu tidak sadar.
Tapi coba hitung:
Berapa kali jantungmu berdetak hari ini?
Berapa kali paru-parumu mengembang?
Berapa kali matamu berkedip?
Semuanya tanpa kamu minta.
Semuanya tanpa kamu bayar.
Semuanya adalah nikmat.
Yang berlimpah.
Yang tidak terhitung.
Jadi bersyukurlah.
Dengan shalat yang lebih baik.
Dengan berbagi yang lebih ikhlas.
Dengan menjadi yang lebih baik.
Karena itulah...
Cara mensyukuri Al-Kausar.
Yang Allah beri.
"Sesungguhnya Kami telah memberikan kepadamu nikmat yang banyak. Maka dirikanlah shalat karena Tuhanmu; dan berkorbanlah."
(QS. Al-Kausar: 1-2)
š "Kamu tidak kehilangan selamanya. Kamu hanya kehilangan sementara. Karena Allah sudah beri kamu Al-Kausar—yang berlimpah. Jadi berhenti fokus pada yang hilang. Dan mulai lihat... yang tersisa."
Komentar
Posting Komentar