š» Allah ajarkan Rasulullah untuk tegas pada prinsip. Bukan untuk menyakiti, tapi untuk menjaga integritas.
Dalam QS. Al-Kafirun ayat 1-6, Allah berfirman:
"Katakanlah: 'Hai orang-orang kafir, aku tidak akan menyembah apa yang kamu sembah. Dan kamu bukan penyembah Tuhan yang aku sembah. Dan aku tidak pernah menjadi penyembah apa yang kamu sembah, dan kamu tidak pernah (pula) menjadi penyembah Tuhan yang aku sembah. Untukmu agamamu, dan untukkulah agamaku.'"
(QS. Al-Kafirun: 1-6)
Lihat konteksnya.
Orang-orang kafir Quraisy menawarkan kompromi pada Rasulullah ļ·ŗ:
"Ikuti agama kami setahun, kami ikuti agamamu setahun."
Atau: "Kami sembah Allah-mu, kamu sembah tuhan kami."
Tawaran yang menggiurkan.
Tapi akan menghancurkan prinsip.
Lalu Allah turunkan surah ini.
Tegas.
Jelas.
"Untukmu agamamu, dan untukkulah agamaku."
Artinya?
Ada hal-hal yang tidak bisa dikompromikan.
Ada prinsip yang harus dijaga.
Bukan untuk menyakiti.
Tapi untuk menjaga integritas.
š» Kamu lelah berpura-pura karena takut ditolak. Padahal Allah ingin kamu jadi dirimu sendiri.
Coba renungkan...
Berapa kali kamu mengalah dari prinsipmu agar diterima?
Berapa kali kamu berpura-pura setuju padahal hatimu tidak setuju?
Berapa kali kamu mengikuti mayoritas meski kamu tahu itu salah?
Dan berapa lama lagi...
Kamu akan terus berpura-pura?
Rasulullah ļ·ŗ bersabda:
"Barangsiapa yang diam dari kebenaran, maka dia adalah setan yang bisu."
(HR. Ahmad)
Artinya?
Diam saat kebenaran dilanggar...
Sama dengan mendukung kezaliman.
Mengalah dari prinsip demi diterima...
Sama dengan mengkhianati diri sendiri.
Jadi jangan lelah untuk teguh.
Meski sendirian.
š» Jangan korbankan prinsipmu demi penerimaan sementara. Karena yang hilang adalah kehormatan dirimu.
Aku paham...
Kadang yang paling sulit bukan mempertahankan prinsip.
Tapi menghadapi konsekuensinya.
Kadang yang paling berat bukan berbeda.
Tapi diejek karena berbeda.
Tapi dengar baik-baik...
Lebih baik ditolak karena jadi dirimu sendiri...
Daripada diterima karena berpura-pura.
Lebih baik sendirian tapi teguh...
Daripada ramai tapi kehilangan jati diri.
Dalam QS. Al-Kafirun, Allah ajarkan sikap yang jelas tapi tidak kasar:
"Untukmu agamamu, dan untukkulah agamaku."
Bukan: "Kamu salah, aku benar!"
Tapi: "Kamu punya jalanmu, aku punya jalanku."
Tegas pada prinsip.
Tapi tetap menghormati.
š» Kembalilah pada integritas. Di sanalah martabatmu berada.
Pernahkah kamu berpikir...
Kenapa Allah ajarkan Rasulullah untuk tegas seperti ini?
Karena ada hal-hal yang tidak bisa dikompromikan.
Aqidah.
Prinsip.
Kebenaran.
Kalau ini dikompromikan...
Semuanya akan runtuh.
Jadi jangan takut untuk teguh.
Jangan takut untuk berbeda.
Jangan takut untuk jadi dirimu sendiri.
Selama kamu di jalan yang benar.
š» Jangan sia-siakan hidupmu dengan berpura-pura. Karena Allah cintai kamu apa adanya.
Hari ini...
Aku ingin kamu tahu satu hal penting:
Kamu tidak harus berpura-pura.
Kamu tidak harus mengikuti mayoritas.
Kamu tidak harus mengalah dari prinsip.
Selama prinsipmu benar...
Teguh lah.
Meski sendirian.
Meski diejek.
Meski dikucilkan.
Karena Allah bersamamu.
Dan itu sudah cukup.
š» Kembalilah pada keberanian. Berani jadi dirimu sendiri.
Mungkin hari ini kamu masih lelah berpura-pura.
Masih takut ditolak kalau jadi dirimu sendiri.
Masih mengalah dari prinsipmu.
Tapi dengar...
Mulai dari sekarang.
Berani lah jadi dirimu sendiri.
Teguh pada prinsipmu.
Jelas pada pendirianmu.
Tapi tetap hormat pada yang berbeda.
Seperti yang Allah ajarkan:
"Untukmu agamamu, dan untukkulah agamaku."
Tegas tapi tidak kasar.
Jelas tapi tidak menyakiti.
š» Jangan lelah untuk teguh. Karena integritasmu adalah mahkota yang tidak bisa dibeli dengan penerimaan orang lain.
Hari ini, Allah tidak memintamu sempurna.
Dia tidak memintamu tidak pernah salah.
Dia hanya memintamu... teguh pada prinsip.
Teguh pada kebenaran.
Teguh pada jalan-Nya.
Meski sendirian.
Meski diejek.
Meski tidak populer.
Karena di akhirat nanti...
Yang ditanya bukan:
"Apakah kamu diterima orang lain?"
Tapi:
"Apakah kamu teguh pada prinsipmu?"
š» Jangan sia-siakan martabatmu dengan berpura-pura. Jadilah dirimu yang sesungguhnya.
Hari ini...
Ambil napas dalam-dalam.
Peluk dirimu yang lelah berpura-pura.
Bisikkan pelan:
"Ya Allah, ampuni aku yang sering mengalah dari prinsip demi diterima. Kuatkan aku untuk teguh pada jalan-Mu. Meski sendirian. Meski diejek. Karena ridha-Mu lebih penting dari penerimaan mereka."
Lalu bangkit.
Mulai dari sekarang.
Berhenti berpura-pura.
Mulai jadi dirimu sendiri.
Berhenti mengalah dari prinsip.
Mulai teguh pada kebenaran.
Berhenti takut ditolak.
Mulai yakin bahwa Allah bersamamu.
Karena Allah ajarkan:
"Untukmu agamamu, dan untukkulah agamaku."
Artinya?
Kamu punya jalanmu.
Mereka punya jalan mereka.
Kamu tidak harus sama dengan mereka.
Kamu tidak harus disukai semua orang.
Kamu hanya harus...
Teguh pada jalan yang benar.
Jelas pada prinsipmu.
Hormat pada yang berbeda.
Tapi tidak mengalah dari kebenaran.
Dan percayalah...
Lebih baik sendirian di jalan yang benar...
Daripada ramai di jalan yang salah.
Lebih baik diejek karena teguh...
Daripada dipuji karena mengalah.
Lebih baik ditolak manusia...
Daripada ditolak Allah.
Jadi teguh lah.
Pada prinsipmu.
Pada kebenaran.
Pada jalan-Nya.
"Untukmu agamamu, dan untukkulah agamaku."
(QS. Al-Kafirun: 6)
š "Jangan lelah untuk teguh pada prinsipmu. Meski sendirian. Meski diejek. Karena integritasmu lebih berharga dari penerimaan mereka. Dan ridha Allah... lebih penting dari segalanya."
Komentar
Posting Komentar